Akhlak Kepada Allah dan Cara Mengamalkannya

Salah satu ruang lingkup akhlak ialah akhlak kepada Allah. Akhlak pada Allah ialah salah satu perbuatan atau sikap yang dijalankan tiap manusia sebagai hamba kepada Tuhan. Salah satu titik tolak dari akhlak pada Allah ialah pengakuan serta kesadaran bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Bentuk akhlak pada Allah yang paling utama ialah bertaqwa. Yang dimaksud dengan taqwa ialah mengikuti segala perintah-Nya serta menjauhi semua larangan-Nya. Muttaqin adalah sebutan untuk orang-orang yang senantiasa memelihara diri dari adzab serta kemarahan Allah baik di dunia maupun akherat. Buah dari taqwa sangat beragam, di antaranya adalah mendapat sikap furqon, mendapat limpahan berkah baik dari langit maupun Bumi serta mendapat jalan keluar dari segala kesulitan. Taqwa pada Allah juga akan membuat kita mendapat rezeki yang tidak diduga-duga serta dimudahkan segala urusannya.

Pengalaman Akhlak Kepada Allah

Akhlak pada Allah tidak hanya diamalkan lewat taqwa, namun juga beberapa hal lainnya. Salah satunya ialah cinta dan ridho. Ridho ialah kesadaran diri, perasaan jiwa serta dorongan hati yang akan menyebabkan seseorang terpaut hatinya kepada apa yang dicintai secara penuh semangat serta kasih sayang. Sementara cinta ialah fitrah yang ada dalam tiap orang Islam. Mencintai Allah adalah yang paling utama, kemudian mencintai Rasulullah, orangtua dan anak. Akhlak kepada Allah dapat pula diwujudkan dalam bentuk ikhlas, yakni beramal dengan semata-mata mengharap ridho Allah tanpa adanya rasa pamrih. Terdapat tiga unsur dalam ikhlas, yaitu niat sebagai faktor terpenting, beramal secara sebaik-baiknya setelah berniat serta memanfaatkan hasil usaha secara tepat. Contohnya di sini adalah menuntut ilmu. Pengalaman akhlak pada Allah juga bisa melalui sikap khauf dan raja’, yaitu takut serta harap yang harus dimiliki tiap Muslim secara seimbang. Sifat khauf yang dominan akan mengakibatkan sikap pesimisme serta putus asa, sementara sikap raja’ yang dominan akan membuat seseorang merasa aman dari adzab Allah. Khauf ialah kegalauan hati saat membayangkan sesuatu yang tidak diharapkan menimpanya, sementara raja’ ialah hgarapan dengan mematutkan hati pada sesuatu yang disukai di masa depan.

Perwujudan Akhlak Kepada Allah

Tawakkal menjadi perwujudan dari akhlak kepada Allah. Tawakkal ialah membebaskan hati dari segala macam ketergantungan kecuali kepada Allah serta menyerahkan segala sesuatu pada Allah. Orang yang beriman serta bertawakkal takkan takut dalam menghadapi masa depan serta hatinya akan selalu merasa tenang dan tenteram. Orang yang bertawakkal akan yakin akan adanya keadilan serta rahmat dari Allah. Wujud akhlak pada Allah selanjutnya adalah syukur, memuji Sang Pemberi Nikmat atas semua kebaikan yang diberikan-Nya. Syukur dilakukan dengan mengakui nikmat dalam batinnya, membicarakannya secara lahir lalu menjadikannya sebagai sarana dalam menambah ketaatan pada Allah. Syukur sangat terkait dengan hati, lisan serta anggota badan. Wujud akhlak pada Allah berikutnya adalah muraqabah atau menjaga, mengawal, mengamati serta menanti. Muraqabah dapat diartikan sebagai pengawasan karena tiap gerak-gerik kita akan diawasi serta dicatat oleh malaikat, baik hal-hal buruk maupun hal-hal baik. Taubat juga dapat menjadi perwujudan akhlak baik pada Allah. Taubat artinya kembali, di mana orang yang bertaubat pada Allah ialah orang yang kembali dari sesuatu serta menuju sesuatu. Dapat pula diartikan sebagai kembali dari sifat-sifat tercela menuju sifat-sifat terpuji. Banyak kata-kata bijak seputar taubat di mana seseorang yang bertaubat akan kembali dari larangan Allah menuju hal-hal yang diperintahkan oleh-Nya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *